Sunday, June 10, 2007

Karen Armstrong: Islam Tidak Selayaknya Diasosiasikan dengan Terorisme

imagePenulis terkenal Inggris Karen Armstrong menyatakan, Islam tidak selayaknya diasosikan dengan serangan teroris yang dilakukan oleh orang-orang yang menyebut diri mereka Muslim. Karena tindakan orang-orang itu justru sudah melanggar prinsip-prinsip esensial Islam.

Dalam artikelnya yang dimuat harian Inggris terkemuka The Guardian, Armstrong menulis, "Kita membutuhkan satu kata yang lebih pas dari sekedar kata 'teroris Islam'. Al-Qur'an melarang peperangan yang bersifat menyerang, perang dibolehkan hanya untuk kepentingan mempertahankan diri dan nilai-nilai Islam yang benar mengajarkan perdamaian, rekonsiliasi dan pemberian maaf."

Karen Armstrong yang cukup produktif menulis buku keagamaan ini mengatakan bahwa orang yang melakukan tindakan yang mengerikan, tidak memiliki agama, apakah mereka menyebutnya sebagai Muslim, Kristen atau Yahudi yang melakukan kejahatan atas nama agama mereka.

"Maka, meskipun Muslim, seperti juga Kristiani atau Yahudi, seringkali gagal untuk mengedepankan idealismenya, hal itu bukan karena agamanya," kata Armstrong yang dengan menyatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian, cinta dan toleransi serta tidak pernah melakukan paksaan yang berkaitan dengan agama.

image"Dan selama berabad-abad Islam sudah memiliki catatan yang lebih baik dalam hal toleransi dibandingkan dengan agama Kristen. Hukum Islam tidak membenarkan perang terhadap negara yang memberikan kebebasan bagi warga Muslimnya untuk beribadah, Islam melarang pembakaran, perusakan bangunan-bangunan dan pembunuhan terhadap warga sipil tak berdosa dalam sebuah kampanye militer," tambah Armstrong.

Ia juga mengungkapkan keheranannya, mengapa pemboman berdarah yang dilakukan oleh tentara Republik Irlandia (IRA) tidak membuat orang serta merta menyamakan Kristen dengan terorisme seperti mereka mengaitkan kasus serupa dengan Islam.

"Kita jarang, bahkan tidak pernah menyebut pemboman yang dilakukan kelompok 'Katolik' IRA sebagai terorisme, karena kita cukup tahu dan menyadari bahwa persoalan ini secara esensi bukan sebuah kampanye keagamaan," katanya.

"Tentu, seperti juga gerakan republik Irlandia, banyak gerakan fundamentalis di dunia yang terbilang masih baru, membentuk nasionalisme yang menyamarkannya dalam persoalan keagamaan yang kental. Hal ini jelas terlihat dalam kasus fundamentalisme di kalangan zionis di Israel dan semangat patriotisme perjuangan hak-hak umat Kristen di AS," tulis Armstrong.

Armstrong , penulis buku 'Islam, a Short History' juga mengkritik stereotipe kata 'Jihad' yang berasal dari bahasa Arab, semata-mata diartikan dengan perang suci. "Para ekstrimis dan polistikus yang tidak bermoral sudah mencuri kata itu untuk tujuan-tujuan mereka sendiri, makna sebenarnya dari Jihad bukan hanya 'perang suci' tapi 'perjuangan' atau 'ikhtiar'. Umat Islam diperintahkan untuk berjuang sekuat tenaga di berbagai aspek-sosial, ekonomi, intelektualitas, etika dan spiritual-untuk melaksanakan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya lagi.

Armstrong mengatakan, jihad merupakan nila-nilai spritual yang baik yang bagi kebanyakan umat Islam tidak ada kaitannya dengan kekerasan. Ia menilai sejumlah orang sudah melakukan kesalahan dengan lebih suka menyebut teroris dengan istilah 'para pelaku jihad'. Ia menekankan kembali bahwa teroris sama sekali tidak mewakili Islam yang sebenarnya. (ln/iol/eramuslim)

Sumber :
http://swaramuslim.net/more.php?id=200_0_1_0_M

2 comments:

Situs Kliping dan Informasi Faktual Islam said...

Ass. Wr. Wb.

Satu lagi seorang mantan pendeta, misionaris dan dosen theologi masuk Islam 16-September-2006 yang lalu, namanya Drs. Mowo Purwito R., Dipl. HRD, S.Th. MAR. Namanya sekarang Muhammad Yusuf Muttaqin. Sungguh luar biasa seorang intelektual kristen yang pernah mengibarkan panji-panji kristenisasi dan pemurtadan, justru sekarang mengakui kebenaran Islam lewat kajian perbandingan Agama. Dia akhirnya luluh setelah mempelajari lebih dalam tentang sifat-sifat Allah.

Dalam presentasinya yang gamblang dan sistematis beberapa saat yang lalu di sebuah masjid di Jakarta, beliau menjelaskan bagaimana gerakan misi kristen dijalankan secara terselubung dalam istilah HIDDEN MISSION. Tanpa banyak orang Islam yang tahu gerakan ini, beliau membongkar secara ilmiah dan faktual gerakan-gerakan misi terselubung ini.

Untuk pencerahan umat dan agar banyak umat Islam waspada, saya sarankan agar mengundang beliau presentasi di masjid atau majelis-majelis taklim, agar seluruh rencana kristenisasi di Indonesia bisa dibeberkan secara gamblang.
Email beliau: muh.yusufmuttaqin@gmail.com atau mowo_pur@postmaster.co.uk

Informasi ini semoga bermanfaat dan dapat di-follow-up. Jazakumullah khairan jaza'

Kreshna Iceheart said...

Ini ada postingan menarik:
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=440755743&postcount=20

Sebetulnya siapakah yang ingin supaya muslim jadi teroris? Gua jadi ingat dua kata: "Snouck Hurgronje".